Jakarta (UNAS) – Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional melaksanakan kegiatan Audit Lapangan Audit Mutu Internal (AMI) Berbasis Risiko Tahun Akademik 2024/2025 pada Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dekan FBS sebagai bagian dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam rangka memastikan ketercapaian standar akademik serta penguatan tata kelola program studi secara berkelanjutan.

Audit lapangan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Sastra Jepang, Dr. Wawat Rahwati, S.S., M.Hum., serta Sekretaris Program Studi, Lely Demiyati, S.S., M.Hum., bersama jajaran dosen Sastra Jepang. Kehadiran pimpinan dan dosen dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kolektif program studi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, audit dilakukan oleh auditor internal universitas, yaitu Ns. Milla Evelianti Saputri, S.Kep., M.KM. dan Endra Dermawan, S.Kom., M.Kom. Tim auditor melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek akademik dan non-akademik berbasis pendekatan manajemen risiko, guna mengidentifikasi potensi kendala serta memastikan efektivitas penerapan standar mutu di tingkat program studi.
Evaluasi Dokumen dan Implementasi Standar Mutu
Kegiatan audit mencakup verifikasi dan validasi dokumen mutu, mulai dari dokumen perencanaan pembelajaran (RPS), pelaksanaan perkuliahan, evaluasi pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga pengelolaan administrasi akademik. Selain itu, auditor juga menelaah ketercapaian indikator kinerja program studi serta efektivitas tindak lanjut atas hasil audit sebelumnya.
Pendekatan berbasis risiko yang diterapkan dalam AMI ini bertujuan untuk:
- Mengidentifikasi area yang memiliki potensi risiko terhadap pencapaian standar mutu;
- Mengukur tingkat kepatuhan terhadap kebijakan akademik universitas;
- Memberikan rekomendasi perbaikan yang sistematis dan terarah;
- Memastikan keberlangsungan peningkatan mutu secara berkelanjutan (continuous improvement).
Dalam sesi diskusi, auditor dan pengelola program studi membahas berbagai temuan serta peluang penguatan sistem, baik dalam aspek pembelajaran, tata kelola dokumen, maupun pengembangan sumber daya manusia.
Komitmen Penguatan Budaya Mutu
Ketua Program Studi Sastra Jepang, Dr. Wawat Rahwati, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa audit mutu internal merupakan bagian penting dari mekanisme evaluasi akademik yang konstruktif.
“Audit Mutu Internal menjadi ruang refleksi bagi program studi untuk menilai capaian kinerja sekaligus memperkuat strategi pengembangan ke depan. Dengan pendekatan berbasis risiko, kami dapat lebih dini mengantisipasi potensi hambatan dan meningkatkan kualitas layanan akademik bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Program Studi Lely Demiyati, S.S., M.Hum. menegaskan bahwa hasil audit akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) guna memastikan setiap rekomendasi dapat diimplementasikan secara optimal.
Kegiatan audit lapangan berlangsung secara dialogis dan partisipatif, di mana dosen turut memberikan penjelasan terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan Program Studi Sastra Jepang. Proses ini mencerminkan sinergi antara pengelola program studi dan auditor dalam membangun sistem penjaminan mutu yang akuntabel dan transparan.
Melalui pelaksanaan Audit Lapangan AMI Berbasis Risiko TA 2024/2025 ini, Program Studi Sastra Jepang FBS UNAS menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas akademik, memperkuat tata kelola program studi, serta mendukung visi Fakultas Bahasa dan Sastra dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Hasil audit beserta rekomendasi yang diberikan akan menjadi landasan strategis dalam pengembangan program studi ke depan, sekaligus memastikan bahwa seluruh standar mutu terlaksana secara konsisten dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan.(FBS)



