Jakarta (UNAS) – Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Nasional (UNAS) melaksanakan kegiatan Sidang Tugas Akhir Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kelas 102 Blok D Lantai I dan menjadi bagian dari tahapan akademik akhir bagi mahasiswa tingkat akhir.

Sidang Tugas Akhir merupakan proses evaluasi akademik yang esensial untuk menilai kompetensi mahasiswa dalam menyusun, menganalisis, serta mempertanggungjawabkan karya ilmiah di bidang bahasa, sastra, dan budaya Jepang. Melalui forum ilmiah ini, mahasiswa diuji secara komprehensif dalam aspek ketajaman analisis, relevansi dan ketepatan metodologi penelitian, penguasaan landasan teori, serta kemampuan memaparkan hasil kajian secara sistematis, argumentatif, dan akademis di hadapan tim dosen penguji.
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta sidang mempresentasikan hasil penelitian secara terstruktur, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi akademik yang mendalam. Para dosen penguji memberikan evaluasi serta masukan konstruktif guna menyempurnakan substansi dan teknis penulisan karya ilmiah mahasiswa. Proses sidang berlangsung dengan tertib, objektif, dan mengedepankan prinsip penilaian berbasis capaian pembelajaran lulusan serta standar mutu akademik yang berlaku di lingkungan Program Studi Sastra Jepang.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi prasyarat kelulusan, tetapi juga menjadi ruang refleksi ilmiah yang mendorong mahasiswa untuk menunjukkan kematangan berpikir kritis, ketelitian analitis, serta kesiapan akademik dan profesional. Diharapkan, karya-karya ilmiah yang dihasilkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan studi kejepangan, baik dalam ranah linguistik, kesusastraan, maupun kajian budaya.
Melalui pelaksanaan Sidang Tugas Akhir Semester Ganjil TA 2025/2026 Day I ini, Program Studi Sastra Jepang UNAS kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (FBS)
