PKM Program Studi Sastra Inggris FBS UNAS Dampingi 200 Siswa Madrasah Wonosobo Tingkatkan Kemampuan English Public Speaking

PKM Program Studi Sastra Inggris FBS UNAS Dampingi 200 Siswa Madrasah Wonosobo Tingkatkan Kemampuan English Public Speaking

WONOSOBO — Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional (UNAS) berperan aktif dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program Madrasah Berdaya: Penguatan English Public Speaking di Era Digital. Kegiatan tersebut memberikan pendampingan kepada 200 siswa madrasah di Kabupaten Wonosobo untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sekaligus membangun keberanian dan kepercayaan diri berbicara di depan publik.

Kegiatan yang berlangsung di MAN 1 Wonosobo, Jumat (7/8/2026), diikuti oleh siswa dari MAN 1 Wonosobo, MAN 2 Wonosobo, MTsN 1 Wonosobo, dan MTsN 2 Wonosobo. Program ini diinisiasi oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. Wibowo Prasetyo dan diselenggarakan bersama Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.

Keterlibatan Program Studi Sastra Inggris FBS UNAS dalam kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Para dosen Sastra Inggris hadir sebagai pengajar sekaligus mentor yang secara langsung mendampingi para siswa dalam mengembangkan keterampilan English Public Speaking.

Kegiatan PKM tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi Sastra Inggris FBS UNAS, Dr. Siti Tuti Alawiyah, S.S., M.Hum., serta Sekretaris Program Studi Sastra Inggris, Evi Jovita Putri, S.Hum., M.A. Turut hadir dan terlibat sebagai tim pengajar dan pendamping yaitu Nadiah Surya Nahari, S.S., M.Hum., Dr. Eka Murti Rahayu, S.S., M.Hum., Ahmad Mustolih, S.S., M.A., dan Ninin Herlina, S.Pd., M.Pd.

Kehadiran jajaran pimpinan dan dosen Program Studi Sastra Inggris tersebut memperkuat komitmen FBS UNAS dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui keilmuan bahasa dan sastra Inggris, khususnya dalam menjawab kebutuhan generasi muda terhadap kemampuan komunikasi global.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 200 peserta dibagi ke dalam empat kelas sehingga siswa mendapatkan kesempatan praktik secara lebih intensif. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi menitikberatkan pada praktik langsung, interaksi, dan keberanian berkomunikasi.

Para peserta mendapatkan materi sekaligus melakukan berbagai aktivitas seperti latihan presentasi, pidato, diskusi, serta simulasi berbicara di depan audiens. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk berani menyampaikan ide dan pendapat menggunakan bahasa Inggris dalam suasana pembelajaran yang aktif dan interaktif.

Ketua Program Studi Sastra Inggris FBS UNAS, Dr. Siti Tuti Alawiyah, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris harus dibarengi dengan keberanian untuk menggunakannya dalam komunikasi nyata.

“Belajar bahasa tidak cukup hanya memahami tata bahasa. Yang lebih penting adalah membangun keberanian untuk berkomunikasi. Karena itu, para dosen kami mendampingi peserta secara langsung melalui latihan presentasi, pidato, diskusi, hingga simulasi berbicara di depan audiens. Semakin sering berlatih, semakin tumbuh rasa percaya diri mereka.”

Menurutnya, kegiatan PKM ini menjadi kesempatan bagi Program Studi Sastra Inggris FBS UNAS untuk menerapkan kompetensi akademik dosen secara langsung di tengah masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan bahasa Inggris, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kepercayaan diri siswa.

Anggota Komisi VIII DPR RI H. Wibowo Prasetyo menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi global menjadi kebutuhan penting bagi lulusan madrasah di tengah persaingan yang semakin terbuka.

“Kepercayaan masyarakat kepada madrasah terus meningkat. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan lulusan madrasah memiliki kompetensi global. Kemampuan English Public Speaking menjadi salah satu bekal penting agar anak-anak madrasah mampu menyampaikan gagasan, mengikuti kompetisi internasional, memperoleh beasiswa, hingga menjadi pemimpin masa depan yang percaya diri,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Amin Suyitno mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Madrasah harus terus melahirkan generasi yang unggul dalam karakter sekaligus memiliki kemampuan berkomunikasi di tingkat global. Penguasaan bahasa Inggris dan keterampilan public speaking merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin terbuka,” katanya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo Edi Sungkowo, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Amin Handoyo, Kepala MAN 1 Wonosobo Sunaryo, Kepala MAN 2 Wonosobo Warsam, Kepala MTsN 1 Wonosobo Abdul Malik, Kepala MTsN 2 Wonosobo Eko Widodo, Ketua Komite MAN 1 Wonosobo Basir, serta para guru pendamping.

Bagi Program Studi Sastra Inggris FBS UNAS, kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Keterlibatan Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, dan para dosen menunjukkan sinergi internal Prodi Sastra Inggris dalam menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan PKM Program Studi Sastra Inggris FBS UNAS, para siswa diharapkan tidak hanya semakin terampil menggunakan bahasa Inggris, tetapi juga memiliki keberanian tampil, kemampuan berpikir kritis, keterampilan menyampaikan gagasan, dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan pendidikan maupun persaingan global.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Sastra Inggris FBS UNAS untuk terus memperluas kontribusi akademik melalui pengabdian kepada masyarakat dan menghadirkan keilmuan bahasa Inggris sebagai bekal strategis bagi generasi muda Indonesia.(FBS)