Jakarta, 2 November 2023 – Universitas Nasional kembali menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan bahasa dan budaya Korea dengan sukses menggelar Lomba Pidato Bahasa Korea 2023. Acara yang berlangsung di Aula I Universitas Nasional ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.BA selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Bapak Mun Hongbu sebagai perwakilan dari Gyeongsangbuk-do, serta Prof. Park Jin Wook dari Daegu Catholic University (DCU).

Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan rangkaian pembukaan yang meriah, dan berakhir pada pukul 17.00 WIB setelah seluruh finalis mempresentasikan pidato mereka di hadapan para juri. Dari 50 peserta yang mendaftar secara online melalui pengiriman video dan naskah, sebanyak 14 finalis berhasil melaju ke babak final setelah melalui seleksi ketat yang dilakukan oleh tim dari DCU.
Proses penjurian dipimpin oleh Park Kyeong Jae, M.A., dengan anggota juri lainnya yang merupakan akademisi dari berbagai universitas ternama:
- Dr. Eva Latifah, Ph.D (Universitas Indonesia)
- Fitri Meutia, M.A (Universitas Nasional)
- Didin Samsudin, M.M., CHCM, CIT (Universitas Pendidikan Indonesia)
- Achmad Rio Dessiar, M.A (Universitas Gadjah Mada)
Setelah proses penilaian yang cermat, diumumkan bahwa Kezia Naomi Natasha meraih Juara I, diikuti oleh Dita Ariyanti sebagai Juara II, serta Muhammad Endi Yusuf dan Khanipah Fatmawati sebagai Juara III. Semua pemenang merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa Korea Universitas Nasional.
Para pemenang mendapatkan hadiah sebagai berikut:
- Juara I: 500.000 KRW
- Juara II (2 orang): 300.000 KRW masing-masing
- Juara III (3 orang): 200.000 KRW masing-masing
- Juara IV: 100.000 KRW
Penyelenggaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi para mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dan kecintaan mereka terhadap bahasa Korea. Universitas Nasional mengucapkan selamat kepada semua peserta yang telah memberikan usaha terbaiknya dan berharap acara ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang.
Semoga kegiatan ini dapat terus menjadi jembatan penghubung antara budaya Korea dan Indonesia, serta mempererat hubungan antar institusi pendidikan.(FBS)