Jakarta (UNAS) – Program Studi Bahasa Korea, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional (FBS UNAS), kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berorientasi global melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Internasional bekerja sama dengan Eurasia Foundation, pada Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Ruang Kelas 707 Blok C, Universitas Nasional Pejaten, Jakarta.

Kegiatan akademik ini menjadi salah satu langkah strategis Program Studi Bahasa Korea UNAS dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa terhadap dinamika global, khususnya dalam bidang hubungan internasional Korea Selatan. Kuliah umum tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNAS Dra. Fadhilah, M.Hum., Ketua Program Studi Bahasa Korea Dr. Dra. Rurani Adinda, M.A., Chairman Eurasia Foundation Mr. Yoji Sato, para dosen di lingkungan FBS UNAS, serta sekitar 50 mahasiswa semester IV Program Studi Bahasa Korea.
Sebagai salah satu program studi yang terus aktif membangun kolaborasi internasional, Prodi Bahasa Korea UNAS memandang kegiatan ini sebagai bagian penting dalam penguatan kompetensi akademik mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam penguasaan bahasa, tetapi juga memiliki perspektif global dan kesiapan menghadapi tantangan dunia internasional.
Ketua Program Studi Bahasa Korea UNAS, Dr. Dra. Rurani Adinda, M.A., menjelaskan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari lecture series yang didukung oleh Eurasia Foundation, sebuah yayasan berbasis di Jepang yang secara konsisten mendorong pengembangan kerja sama akademik lintas negara, khususnya dalam bidang studi Korea dan hubungan internasional.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Prodi Bahasa Korea UNAS dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan global. Melalui kerja sama berkelanjutan dengan Eurasia Foundation, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, serta memahami berbagai isu strategis yang berkaitan dengan Korea dalam konteks global,” ujar Rurani.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini telah dirancang selama satu semester dengan melibatkan kolaborasi akademik antara dosen dari Korea dan UNAS. Melalui fasilitasi Eurasia Foundation, sebanyak delapan dosen dari Korea bersama lima dosen UNAS berpartisipasi dalam penyampaian materi kuliah kolaboratif yang diselenggarakan secara internasional di berbagai negara.
Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan visi Universitas Nasional dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global, sekaligus memperkuat posisi Program Studi Bahasa Korea UNAS sebagai salah satu pusat pembelajaran bahasa dan budaya Korea yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan internasional.
“Kami ingin mendorong mahasiswa agar memiliki kesiapan untuk melanjutkan studi, berkarier, maupun berkontribusi di tingkat internasional, termasuk membuka peluang lebih luas ke Korea Selatan maupun Jepang. Penguatan kompetensi akademik dan jejaring global menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” tambahnya.
Kuliah umum ini juga terintegrasi dalam mata kuliah Hubungan Internasional Korea Selatan, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan akademisi internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga perspektif global yang dapat memperkaya pengalaman akademik mereka.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Program Studi Bahasa Korea FBS UNAS kembali menegaskan perannya sebagai program studi yang aktif membangun kolaborasi internasional, mendorong inovasi pembelajaran, serta mempersiapkan mahasiswa menjadi generasi unggul yang siap bersaing dan berkontribusi di kancah global.(FBS)
