Perkuat Mutu Akademik, Prodi Sastra Jepang FBS UNAS Menajajaki Benchmarking Kurikulum Dengan Universitas LIA

Perkuat Mutu Akademik, Prodi Sastra Jepang FBS UNAS Menajajaki Benchmarking Kurikulum Dengan Universitas LIA

Pada hari Rabu, 7 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Benchmarking Program Studi Sastra Jepang, di mana Program Studi Sastra Jepang Universitas Nasional (UNAS) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi Sastra Jepang LIA. Kegiatan ini bertempat di Ruang Rapat Cyber, Universitas Nasional dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Humaniora Universitas LIA, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional, Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi Sastra Jepang, serta dosen-dosen Program Studi Sastra Jepang Universitas Nasional dan Universitas LIA.

Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta diskusi terkait penerapan kurikulum, keunggulan program studi, dan strategi pengembangan akademik, khususnya dalam konteks implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE).

Paparan dari Program Studi Sastra Jepang Universitas Nasional

Dalam pemaparannya, Program Studi Sastra Jepang Universitas Nasional menyampaikan bahwa kurikulum OBE telah diterapkan sejak tahun 2022 dan dimutakhirkan kembali pada tahun 2024 seiring dengan proses akreditasi. Program Studi Sastra Jepang UNAS memiliki 13 Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan 7 Bahan Kajian (BOK) yang mencakup mata kuliah karakter, integritas, serta kemahiran berbahasa.

Keunggulan utama Program Studi Sastra Jepang UNAS adalah program magang internasional, sedangkan kekhasan program studi terletak pada pengembangan Sastra Multimedia. Jumlah beban studi yang harus ditempuh mahasiswa adalah 141 SKS, dengan persyaratan pendukung kelulusan berupa SKPI minimal 3000 poin, sertifikat JLPT, TOEFL, UKBI, serta keikutsertaan dalam program magang.

Dalam sesi diskusi, beberapa pokok pertanyaan yang dibahas meliputi:

  1. Strategi Program Studi Sastra Jepang UNAS dalam membangun keunggulan dan daya saing.
  2. Pelaksanaan dan konversi program magang, khususnya magang internasional.
  3. Pola pembelajaran Bahasa Jepang dan beban belajar mahasiswa.
  4. Antusiasme mahasiswa terhadap program magang ke Jepang.
  5. Persyaratan kelulusan terkait sertifikasi kemampuan bahasa Jepang (JLPT).
  6. Penyusunan dan pemanfaatan video profil program studi.
  7. Implementasi Kurikulum OBE dalam pembelajaran dan penilaian.
  8. Kewajiban luaran pada setiap mata kuliah.
  9. Mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di LIA.

Kegiatan benchmarking ini berlangsung dengan lancar dan diharapkan dapat memperkaya wawasan serta menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan kurikulum dan program akademik Program Studi Sastra Jepang di masing-masing institusi.(FBS)