Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menyelenggarakan FRI-day #4 (Forum Riset dan Inovasi) dengan mengusung tema “From Setback to Comeback: Empowering Researchers for National Grants Acceptance”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (23/04/2026) di Exhibition Room UNAS sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas riset dosen dan peneliti.

Forum ini menjadi ruang akademik yang strategis untuk refleksi sekaligus penguatan kapasitas peneliti dalam menghadapi proses seleksi hibah nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Melalui diskusi interaktif, peserta diajak mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi belum optimalnya tingkat keberhasilan proposal penelitian dalam memperoleh pendanaan.
Kepala LPPM UNAS, Nonon Saribanon, menegaskan pentingnya kejelasan urgensi, kebaruan (novelty), serta kontribusi nyata dari suatu penelitian. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak proposal yang belum mampu menunjukkan relevansi yang kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan maupun kebutuhan masyarakat.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kembali arah dan tujuan penelitian, sekaligus mengidentifikasi berbagai kelemahan yang menyebabkan proposal belum berhasil memperoleh pendanaan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris LPPM UNAS, Iskandarsyah, menyoroti aspek teknis yang kerap menjadi kendala dalam penyusunan proposal, khususnya terkait penulisan ilmiah. Ia menekankan pentingnya konsistensi format, ketepatan sitasi, serta kualitas penyusunan daftar pustaka sebagai elemen krusial dalam meningkatkan daya saing proposal.
“Ketidaksesuaian antara sitasi dalam naskah dan daftar pustaka, serta referensi yang tidak dirujuk secara tepat, masih menjadi temuan yang cukup sering terjadi. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi para peneliti,” jelasnya.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dipaparkan dalam forum, sejumlah catatan penting muncul, di antaranya masih adanya inkonsistensi dalam sistem sitasi dan pengelolaan referensi. Temuan tersebut menunjukkan perlunya peningkatan ketelitian dan pemahaman metodologis dalam penyusunan dokumen penelitian.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Linguistik Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNAS, Dr. Drs. Somadi, M.Pd., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya riset di lingkungan akademik, khususnya dalam bidang linguistik dan kajian budaya.
Melalui penyelenggaraan FRI-day #4, LPPM UNAS berharap para dosen dan peneliti tidak hanya memahami faktor penyebab kegagalan proposal, tetapi juga mampu merumuskan strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas penelitian. Forum ini sekaligus menjadi wadah kolaboratif untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring akademik, serta mendorong peningkatan capaian hibah nasional di lingkungan Universitas Nasional.(FBS)