Jakarta (UNAS) – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional (UNAS) menegaskan komitmennya dalam penguatan akademik berbasis teknologi melalui partisipasi aktif dalam kegiatan courtesy visit Director Italian Cultural Institute yang diselenggarakan oleh Kantor Kerja Sama Internasional (KKI) UNAS pada Rabu (22/04) di Ruang Rapat Cyber Library.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi FBS UNAS dalam memperluas jejaring akademik internasional, khususnya pada pengembangan pembelajaran bahasa asing yang terintegrasi dengan teknologi mutakhir. Dalam forum tersebut, Dekan FBS UNAS, Dra. Nana Yuliana, M.A., M.Si., Ph.D., menekankan urgensi transformasi metode pembelajaran bahasa melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai bagian dari inovasi pendidikan tinggi.
Menurutnya, pendekatan berbasis AI tidak hanya meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, tetapi juga memperkaya pengalaman akademik mahasiswa dalam memahami bahasa asing secara kontekstual dan interkultural. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan FBS UNAS sebagai pusat unggulan studi bahasa dan sastra yang adaptif terhadap dinamika global.
“Kami memandang integrasi AI dalam pembelajaran bahasa sebagai langkah strategis untuk menciptakan metode pengajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. FBS UNAS berkomitmen untuk mengembangkan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi ini secara optimal,” ujar Dra. Nana Yuliana, M.A., M.Si., Ph.D.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa FBS UNAS sebelumnya telah memiliki pengalaman akademik dalam penyelenggaraan kelas bahasa Italia sebagai mata kuliah pilihan. Oleh karena itu, kunjungan ini membuka peluang konkret untuk menghidupkan kembali program tersebut dengan dukungan institusi mitra internasional.
“Kami melihat potensi besar untuk mengaktifkan kembali kelas bahasa Italia sebagai bagian dari penguatan kurikulum berbasis internasional di FBS UNAS, sekaligus memperluas wawasan budaya mahasiswa,” tambahnya.
Dalam konteks akademik, peran dosen juga menjadi perhatian utama, khususnya dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mampu memperdalam pemahaman linguistik dan budaya secara komprehensif.

Director Italian Cultural Institute, Michele Cavallaro, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas komitmen FBS UNAS dalam pengembangan pendidikan bahasa berbasis teknologi. Ia juga menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung penguatan pembelajaran bahasa Italia serta memperkenalkan kebudayaan Italia melalui berbagai program kolaboratif.
Diskusi akademik ini turut melibatkan para pimpinan program studi di lingkungan FBS UNAS, antara lain Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, serta Magister Linguistik. Keterlibatan ini menunjukkan sinergi internal FBS UNAS dalam merespons peluang kerja sama internasional secara komprehensif dan multidisipliner.
Melalui kegiatan ini, FBS UNAS menegaskan perannya sebagai motor penggerak dalam pengembangan kerja sama global di bidang bahasa, sastra, dan budaya berbasis teknologi. Diharapkan, kolaborasi yang terjalin dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan, riset, serta pertukaran budaya yang berkelanjutan di tingkat internasional.(FBS)