JAKARTA (UNAS) – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional menyambut antusiasme transformasi tata kelola digital melalui sosialisasi Instrumen Penilaian Website Tahun 2025. Kegiatan yang digelar pada Kamis (15/1/2025) ini menjadi momentum bagi FBS untuk semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai fakultas yang adaptif, transparan, dan unggul dalam layanan informasi berbasis digital.
Fokus Baru: Substansi dan Kualitas Konten
Kepala Bidang Sistem Informasi Penjaminan Mutu UNAS, Asyiq Nur Muhammad, S.Kom., menegaskan bahwa instrumen tahun ini mengalami perubahan signifikan. Fokus penilaian kini bergeser dari sekadar pemenuhan administratif menuju penguatan substansi. Bagi FBS, hal ini menjadi peluang besar untuk memamerkan kekayaan karya sastra, budaya, dan prestasi kebahasaan secara lebih visual dan kreatif.
“Konten tidak cukup hanya informatif. Inovasi penyajian, pemanfaatan visual, video, serta keterkaitan dengan visi misi unit kerja menjadi nilai tambah,” ujar Asyiq dalam paparannya.

Empat Pilar Penilaian Website Fakultas
Untuk mencapai standar mutu yang diharapkan, website FBS akan dioptimalkan berdasarkan empat kriteria utama:
Web Performance: Kecepatan akses dan keramahan antarmuka bagi pengguna.
Konten: Menyajikan informasi yang akurat, mutakhir, dan inovatif.
Institusional: Kelengkapan dokumen strategis seperti Renstra, Laporan Kinerja, dan dokumen penjaminan mutu yang menunjang akreditasi.
Academic Reputation: Menampilkan profil dosen yang terintegrasi dengan SINTA/Google Scholar serta prestasi mahasiswa dan alumni.
Menonjolkan Reputasi Akademik FBS di Mata Dunia
Salah satu poin krusial dalam instrumen 2025 adalah keterhubungan data akademik. FBS berkomitmen untuk menjadikan website fakultas sebagai “etalase” reputasi. Profil dosen tidak hanya akan menampilkan biodata singkat, tetapi juga rekam jejak riset dan rekognisi internasional.
Selain itu, capaian alumni FBS yang berkiprah di kancah nasional maupun internasional—termasuk yang tercatat di Wikipedia—akan mendapatkan ruang khusus. Hal ini bertujuan untuk membangun persepsi publik yang kuat bahwa FBS UNAS adalah produsen lulusan berkualitas global.
“Website menjadi etalase reputasi akademik. Apa yang ditampilkan di sana akan memengaruhi persepsi publik, mitra, dan lembaga pemeringkatan,” tegas Asyiq.
Menuju Rapat Tinjauan Manajemen (RTM)
Rangkaian kegiatan ini akan berlanjut dengan masa perbaikan website hingga awal Maret 2025. Hasil penilaian oleh tim reviewer nantinya akan diumumkan secara resmi pada Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai bentuk apresiasi terhadap unit kerja dengan performa digital terbaik.
Melalui penguatan instrumen ini, FBS UNAS optimis dapat memberikan layanan digital yang lebih terintegrasi bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas, sekaligus mendorong peningkatan akreditasi program studi di lingkungan fakultas.(FBS)
