Jakarta (UNAS) – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional turut ambil peran strategis dalam kegiatan Review dan Revisi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diselenggarakan Badan Pengembangan Kurikulum (BPK) UNAS pada Jumat (15/8/2025) di Aula Blok A Lantai 4. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, pejabat struktural FBS UNAS, ketua program studi, dan dosen lintas fakultas.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Dra. Erna Ermawati Chotim, M.Si., menekankan pentingnya pembaruan strategi akademik dalam menghadapi semester ganjil 2025/2026. Ia menggarisbawahi penerapan penuh kurikulum Outcome-Based Education (OBE) serta perlunya mitigasi terhadap sejumlah persoalan yang ditemukan, seperti tingginya angka mahasiswa cuti tanpa laporan maupun pengunduran diri.
“Setiap prodi, termasuk yang ada di FBS UNAS, perlu memperkuat validasi syarat kelulusan mahasiswa, mempertegas kewajiban absensi, serta memastikan seluruh dokumen RPS dan portofolio diunggah secara tertib ke sistem yang telah disiapkan,” ujarnya.

Kepala BPK UNAS, Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom., juga menyampaikan bahwa dalam penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), setiap prodi perlu menambahkan dua komponen utama: specific skill (keterampilan keilmuan prodi) dan generic skill (soft skill, seperti komunikasi, kolaborasi, dan problem solving). Ia menegaskan bahwa proporsi CPL harus berfokus pada keilmuan prodi dengan komposisi 60% specific skill dan 40% generic skill.
Kehadiran pejabat struktural dan dosen FBS UNAS dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter khas program studi bahasa dan sastra, serta memastikan lulusan memiliki daya saing unggul di tingkat nasional maupun global.

Dengan keterlibatan aktif FBS UNAS, kegiatan review dan revisi RPS ini bukan hanya sekadar rutinitas administrasi, melainkan langkah penting untuk menjaga relevansi kurikulum dengan perkembangan zaman, serta memperkuat posisi UNAS sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada mutu.(FBS)