Dekan FBS UNAS Menjadi Narasumber dalam Program Yahya & Yahya: Mengupas Keunikan dan Sejarah Kuba

Dekan FBS UNAS Menjadi Narasumber dalam Program Yahya & Yahya: Mengupas Keunikan dan Sejarah Kuba

Jakarta (UNAS) – Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional (UNAS), Nana Yuliana, M.A., M.Si., Ph.D., hadir sebagai narasumber dalam program bertajuk Cuba: Negara Cerutu Terbaik, Dokter Terbaik, Turis Sangat Dihormati di Sini! pada kanal Yahya & Yahya. Dalam episode tersebut, beliau berbagi wawasan mendalam mengenai berbagai fakta, keunikan, serta sejarah negara kepulauan di kawasan Karibia, yakni Kuba.

Mengawali perbincangan, disinggung lagu populer “Havana” yang dipopulerkan oleh Camila Cabello, yang mengangkat nama ibu kota Kuba, Havana, ke panggung musik dunia. Melalui momentum tersebut, diskusi berkembang pada pengenalan lebih luas tentang Kuba—negara yang dikenal sebagai penghasil cerutu terbaik dunia, memiliki sistem layanan kesehatan yang maju, serta budaya yang sangat menghormati wisatawan.

Dalam kapasitasnya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuba periode 2020–2025, Nana Yuliana memaparkan pengalaman diplomatiknya selama bertugas. Ia menjelaskan bahwa Kuba tidak hanya kaya akan sejarah revolusi dan identitas nasional yang kuat, tetapi juga memiliki capaian signifikan di bidang pendidikan dan kesehatan. Sistem kesehatan Kuba bahkan diakui secara global karena kualitas tenaga medisnya dan kontribusinya dalam misi kemanusiaan lintas negara.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti karakter masyarakat Kuba yang hangat, terbuka, dan menjunjung tinggi solidaritas. Sektor pariwisata menjadi salah satu kekuatan utama negara tersebut, dengan kekayaan arsitektur kolonial, musik tradisional, serta lanskap pesisir yang memikat. Tak heran jika Havana menjadi destinasi impian banyak wisatawan dunia.

Partisipasi Dekan FBS UNAS dalam program ini mencerminkan komitmen akademisi UNAS untuk terus berkontribusi dalam ruang-ruang publik, memperluas wawasan kebudayaan global, serta mempererat pemahaman lintas bangsa. Melalui dialog yang informatif dan inspiratif ini, diharapkan masyarakat, khususnya sivitas akademika, semakin tertarik mengenal Kuba lebih dekat—baik dari sisi sejarah, budaya, maupun hubungan diplomatiknya dengan Indonesia.

Episode ini pun menghadirkan perspektif yang tidak hanya informatif, tetapi juga menggugah rasa ingin tahu untuk menjelajahi Kuba secara langsung.(FBS)

Selengkapnya hanya di Youtube newlitics https://youtu.be/6rVclk5tmVI?si=ZoUmK7jGgP5bTgH0