Dosen Prodi Bahasa Korea FBS UNAS Jadi Narasumber pada SALPBM XII di Universiti Putra Malaysia

Dosen Prodi Bahasa Korea FBS UNAS Jadi Narasumber pada SALPBM XII di Universiti Putra Malaysia

Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan linguistik di tingkat internasional melalui partisipasi aktif dalam forum akademik bergengsi. Dosen Program Studi Bahasa Korea FBS UNAS, Fitri Meutia, S.S., M.A., Ph.D., berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Seminar Antarabangsa Linguistik dan Pembudayaan Bahasa Melayu XII (SALPBM XII) yang mengusung tema “Bahasa dan Peradaban Bangsa.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi, Universiti Putra Malaysia, pada tanggal 15–16 April 2026, dan diikuti oleh akademisi, peneliti, serta praktisi bahasa dari berbagai negara. Seminar ini menjadi wadah strategis dalam mempertemukan gagasan ilmiah terkait linguistik, pembelajaran bahasa, serta peran bahasa dalam membangun peradaban bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, ibu Fitri Meutia, S.S., M.A., Ph.D. mempresentasikan makalah berjudul “Bakat Bahasa dan Sensitiviti Tatabahasa dalam Kalangan Pelajar Bahasa Korea Peringkat Permulaan.” Kajian ini mengulas secara mendalam keterkaitan antara bakat bahasa (language aptitude) dengan sensitivitas tata bahasa (grammatical sensitivity) pada pembelajar bahasa Korea tingkat pemula.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa bakat bahasa merupakan salah satu faktor kognitif penting yang memengaruhi kecepatan dan efektivitas seseorang dalam mempelajari bahasa asing. Sementara itu, sensitivitas terhadap tata bahasa menjadi indikator kemampuan pembelajar dalam memahami dan menginternalisasi struktur gramatikal bahasa target. Temuan dalam kajian ini menunjukkan bahwa kedua aspek tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap keberhasilan pembelajaran bahasa Korea, khususnya pada tahap awal.

Lebih lanjut, narasumber juga menyoroti pentingnya pendekatan pedagogis yang adaptif, yang mempertimbangkan perbedaan individu antar pembelajar, termasuk latar belakang bahasa pertama, strategi belajar, serta tingkat paparan terhadap bahasa Korea. Hal ini dinilai krusial dalam merancang metode pembelajaran yang lebih efektif dan kontekstual.

Partisipasi dalam SALPBM XII ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik internasional FBS UNAS, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan kajian linguistik dan pengajaran bahasa asing, khususnya bahasa Korea. Kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong kolaborasi riset lintas negara serta inovasi dalam bidang pendidikan bahasa di era global.(FBS)