Kuliah Umum “Sitti Nurbaya”: Prodi Sastra Indonesia dan HIMASINA UNAS Angkat Relevansi Karya Sastra Klasik dalam Perspektif Modern

Kuliah Umum “Sitti Nurbaya”: Prodi Sastra Indonesia dan HIMASINA UNAS Angkat Relevansi Karya Sastra Klasik dalam Perspektif Modern

JAKARTA – Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional (FBS UNAS) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (HIMASINA) sukses menyelenggarakan kegiatan kuliah umum bertajuk “Sitti Nurbaya” dengan tema “Samsulbahri: Antara Modernitas dan Dilema Loyalitas” pada Kamis, 2 April 2026 di Aula Blok I Lantai 4 Universitas Nasional.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penguatan aspek pendidikan dan pengembangan kajian sastra Indonesia. Prodi Sastra Indonesia sebagai penggagas utama menghadirkan forum akademik yang mendorong mahasiswa untuk mengkaji ulang karya sastra klasik dalam perspektif kontemporer, sekaligus memperluas wawasan kritis terhadap dinamika sosial-budaya yang terkandung di dalamnya.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber terkemuka, Maman S. Mahayana sebagai dosen tamu yang dikenal luas dalam bidang kritik sastra Indonesia. Dalam paparannya, ia menyoroti kompleksitas karakter Samsulbahri dalam novel Sitti Nurbaya sebagai representasi pergulatan antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernitas. Kajian tersebut memberikan sudut pandang akademis yang mendalam mengenai relevansi karya sastra klasik dalam konteks kehidupan masa kini.

Kegiatan ini dipandu oleh Kurnia Rachmawati, S.S., M.A. sebagai moderator yang mengarahkan jalannya diskusi secara sistematis dan interaktif, serta diperkaya dengan kehadiran Rania Yamin sebagai pengisi acara yang turut memberikan nuansa kultural dalam pelaksanaan kegiatan.

Peran HIMASINA dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen mahasiswa dalam mendukung pengembangan akademik di lingkungan Prodi Sastra Indonesia. HIMASINA tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam menciptakan ruang dialog ilmiah yang konstruktif bagi mahasiswa.

Antusiasme peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta civitas academica Universitas Nasional menunjukkan tingginya minat terhadap kajian sastra, khususnya dalam mengkaji ulang karya-karya klasik Indonesia secara lebih kritis dan kontekstual.

Melalui kegiatan ini, Prodi Sastra Indonesia FBS UNAS menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan kajian sastra yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mendorong mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan analisis, interpretasi, dan apresiasi terhadap karya sastra Indonesia.(FBS)

Dokumentasi kegiatan; https://drive.google.com/drive/folders/1ZGbDdYKEvtJawh6OzD5cLrAnxf7s3O8t