Jakarta (UNAS) – Memasuki tahap akhir perkuliahan, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan skripsi, tetapi juga menyiapkan diri memasuki dunia profesional. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional (UNAS) bekerja sama dengan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) menyelenggarakan Workshop Penerjemahan dan Penjurubahasaan pada Senin (2/3/2026) di Aula Blok I Lantai 4 FBS UNAS.

Kegiatan ini dirancang sebagai pembekalan kompetensi profesional di bidang penerjemahan dan penjurubahasaan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di industri bahasa.
Kepala Program Studi Sastra Inggris UNAS, Dr. Siti Tuti Alawiyah, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa workshop tersebut menjadi bagian dari pembekalan soft skill bagi mahasiswa aktif yang akan menyelesaikan studi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu syarat pendukung Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
“Workshop ini menjadi kegiatan terakhir bagi mahasiswa berstatus aktif dan menjadi syarat SKPI. Setiap mahasiswa yang akan mengikuti sidang dan lulus wajib dibekali soft skill yang relevan dengan bidang keilmuan mereka, baik dari praktisi maupun asosiasi profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama FBS UNAS dengan HPI telah terjalin sejak 2018 melalui Nota Kesepahaman (MoU). Namun, kegiatan serupa sempat tidak dilaksanakan dan kini kembali diaktifkan sebagai bagian dari penguatan konsentrasi penerjemahan di Program Studi Sastra Inggris.
“Penerjemahan merupakan salah satu konsentrasi mata kuliah kami. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pembekalan langsung dari para praktisi agar memahami standar dan dinamika profesi,” tambahnya.
Dalam sesi materi, Wakil Ketua HPI, Eki Husaiahwan, memaparkan peran HPI sebagai organisasi profesi yang menopang tiga pilar utama, yaitu pendidikan, organisasi, dan industri. Menurutnya, sinergi ketiga pilar tersebut menjadi fondasi dalam mencetak penerjemah dan juru bahasa yang kompeten serta berintegritas.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ni Ketut Ayu Puspita Dewi, S.Pd., M.Ed., yang mendorong mahasiswa untuk membuka wawasan terhadap peluang karier di bidang penerjemahan dan penjurubahasaan. Ia menekankan pentingnya memahami standar profesional, meskipun tidak semua lulusan akan berprofesi sebagai penerjemah.
Workshop ini juga menghadirkan simulasi interpreter yang melibatkan delapan mahasiswa. Peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan penjurubahasaan secara langsung, sehingga dapat memahami tantangan dan dinamika profesi secara nyata.
Pada sesi penutup, Andryis Ariesson Hariska Prajas, S.S., M.Pd., membawakan materi tentang strategi persiapan karier di industri penerjemahan dan pelokalan. Mahasiswa diperkenalkan pada penggunaan Computer-Assisted Translation (CAT) tools, salah satunya SmartCat, serta mendapatkan panduan menyusun curriculum vitae dan surat lamaran kerja yang efektif untuk memasuki dunia kerja sebagai penerjemah profesional.
Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, FBS UNAS dan HPI juga menegaskan komitmen kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama. Momentum ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa serta mencetak regenerasi penerjemah dan juru bahasa yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global. (TIN)
Sumber berita; FBS UNAS Gandeng Himpunan Penerjemah Indonesia Gelar Workshop Penerjemahan dan Penjurubahasaan – Universitas Nasional
