Jakarta (UNAS) – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional (UNAS) melaksanakan kegiatan Audit Lapangan Audit Mutu Internal (AMI) Berbasis Risiko Tahun Akademik 2024/2025 pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra sebagai bagian dari upaya institusi dalam menjaga konsistensi mutu akademik, tata kelola, serta peningkatan kinerja fakultas secara berkelanjutan.

Audit lapangan ini dihadiri langsung oleh pimpinan Fakultas Bahasa dan Sastra, yakni Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Dra. Nana Yuliana, M.A., M.Si., Ph.D. serta Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Fadhilah, S.S., M.Hum.. Selain itu, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural dan unsur terkait di lingkungan FBS yang berperan dalam pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan akademik maupun administratif.
Dalam pelaksanaan audit, Fakultas Bahasa dan Sastra menerima kunjungan dari auditor internal Universitas Nasional, yaitu Ns. Milla Evelianti Saputri, S.Kep., M.KM. dan Endra Dermawan, S.Kom., M.Kom. Kehadiran auditor internal menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan AMI berjalan objektif, sistematis, serta sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan oleh universitas.
Kegiatan Audit Lapangan AMI Berbasis Risiko ini dilaksanakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek pelaksanaan kegiatan di fakultas, termasuk kesesuaian dokumen mutu, capaian program kerja, efektivitas pelaksanaan standar akademik, serta mitigasi risiko yang berpotensi menghambat pencapaian target mutu. Audit ini juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan FBS.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Dra. Nana Yuliana, M.A., M.Si., Ph.D. menyampaikan bahwa audit mutu internal merupakan langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi, sekaligus memastikan tata kelola fakultas berjalan sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Audit Mutu Internal menjadi sarana evaluasi sekaligus refleksi bagi fakultas untuk terus memperbaiki sistem dan layanan akademik. Harapannya, hasil audit ini dapat menjadi dasar penguatan mutu serta peningkatan kinerja Fakultas Bahasa dan Sastra secara berkelanjutan,” ujar Dekan FBS.
Pelaksanaan audit berlangsung melalui sesi diskusi dan verifikasi dokumen, di mana auditor melakukan peninjauan terhadap berbagai eviden yang telah disiapkan. Proses audit dilakukan secara terstruktur dengan mengacu pada indikator-indikator mutu serta pendekatan berbasis risiko, sehingga potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih dini dan ditindaklanjuti secara tepat.
Sementara itu, Wakil Dekan FBS Fadhilah, S.S., M.Hum. menegaskan bahwa kegiatan audit ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam mendukung pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal di Universitas Nasional.
“Audit ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat sistem kerja dan meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa maupun sivitas akademika,” ungkapnya.

Audit lapangan AMI berbasis risiko ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara fakultas dengan sistem penjaminan mutu universitas. Melalui evaluasi yang dilakukan auditor, fakultas memperoleh masukan serta rekomendasi yang dapat dijadikan bahan perbaikan dalam perencanaan program, penguatan tata kelola, serta peningkatan efektivitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian catatan awal hasil audit dan arahan tindak lanjut yang perlu dipenuhi oleh Fakultas Bahasa dan Sastra. Dengan adanya audit lapangan ini, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, memperkuat sistem administrasi akademik, serta memastikan standar mutu berjalan konsisten sesuai arah kebijakan universitas.
Melalui pelaksanaan AMI Berbasis Risiko TA 2024/2025 ini, Fakultas Bahasa dan Sastra UNAS menegaskan komitmennya untuk terus menjaga mutu institusi, meningkatkan daya saing fakultas, serta mendukung terciptanya lingkungan akademik yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.(FBS)
