Forum Riset dan Inovasi LPPM UNAS Bahas Strategi Penguatan Pusat Studi Menuju Pendanaan Internasional

Forum Riset dan Inovasi LPPM UNAS Bahas Strategi Penguatan Pusat Studi Menuju Pendanaan Internasional

Jakarta (UNAS) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan Forum Riset dan Inovasi sebagai upaya memperkuat peran Pusat Studi dalam pengembangan penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis kolaborasi serta berorientasi pada pendanaan internasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026 bertempat di Ruang Seminar Lantai III.

Forum ini menjadi wadah strategis bagi para pengelola dan perwakilan Pusat Studi UNAS untuk membahas peluang, tantangan, serta langkah konkret dalam mengembangkan riset dan program PkM yang mampu bersaing di tingkat global. Dalam pembahasan tersebut, LPPM UNAS menekankan pentingnya peningkatan kualitas proposal penelitian dan PkM, termasuk kemampuan membangun jejaring kerja sama internasional sebagai salah satu kunci utama untuk memperoleh dukungan pendanaan dari lembaga donor maupun mitra luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Universitas Nasional saat ini memiliki sebanyak 37 Pusat Studi yang memiliki potensi besar dalam berbagai bidang keilmuan. Melalui forum ini, LPPM UNAS juga mendorong terbentuknya kolaborasi lintas Pusat Studi agar kegiatan penelitian dan PkM yang dilakukan dapat lebih terintegrasi, inovatif, serta memiliki dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua UPPMK Fakultas Bahasa dan Sastra, Dr. Tetet Sulastri, S.S., M.Si., yang memberikan dukungan terhadap penguatan peran Pusat Studi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu penelitian dan pengabdian di lingkungan UNAS, khususnya di FBS.

Melalui Forum Riset dan Inovasi ini, LPPM UNAS berharap Pusat Studi di Universitas Nasional dapat semakin aktif mengembangkan program penelitian dan PkM unggulan, memperluas kerja sama internasional, serta menghasilkan luaran yang berkontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat.(FBS)