FBS UNAS Berperan Aktif dalam Audit Dokumen Berbasis Risiko TA 2024/2025

FBS UNAS Berperan Aktif dalam Audit Dokumen Berbasis Risiko TA 2024/2025

Jakarta (UNAS) – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional turut berperan aktif dalam kegiatan Rapat Koordinasi Persamaan Persepsi Auditor Internal yang diselenggarakan oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Nasional dalam rangka pelaksanaan Audit Dokumen Berbasis Risiko Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (26/1) bertempat di Ruang Seminar Lantai 3 Kampus Universitas Nasional Pejaten.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu staf Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Bahasa dan Sastra dipercaya untuk berperan sebagai auditor internal, sekaligus menjadi representasi FBS dalam mendukung penguatan sistem penjaminan mutu internal di lingkungan Universitas Nasional.

Rapat koordinasi diawali dengan pemaparan materi oleh Kepala BPM Universitas Nasional, Dr. Muhani, S.E., M.Si.M, yang menjelaskan bahwa pelaksanaan audit dokumen pada tahun akademik ini menggunakan pendekatan baru, yakni audit berbasis risiko, berbeda dengan metode audit pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada audit sebelumnya, penilaian difokuskan pada perhitungan nilai melalui matriks dan penetapan floor. Sementara itu, pada audit tahun ini, BPM menerapkan pendekatan hipotesis risiko yang disusun berdasarkan hasil identifikasi risiko pada masing-masing unit kerja, termasuk fakultas dan program studi.

Dr. Muhani menegaskan bahwa audit dokumen tetap menggunakan mekanisme evaluasi diri yang disesuaikan dengan karakteristik unit kerja. Untuk fakultas dan program studi, penilaian dikelompokkan berdasarkan kategori akreditasi, seperti BAN-PT, BAN Teknik, BAN PTK, BAN Sains, dan BAN Infokom, serta berdasarkan jenjang pendidikan sarjana, profesi, magister, dan doktor.

Dalam audit dokumen berbasis risiko, auditor terlebih dahulu melakukan identifikasi risiko yang mencakup tujuh kategori, antara lain kelengkapan dokumen, konsistensi data, keabsahan revisi, masa berlaku dokumen, kewenangan otorisasi, kewajaran data, serta pola aktivitas yang tidak lazim. Hasil identifikasi tersebut kemudian dirumuskan dalam bentuk hipotesis risiko sebagai dasar penilaian.

Lebih lanjut disampaikan bahwa audit tidak hanya menilai kondisi pada tahun berjalan, tetapi juga mempertimbangkan potensi dampak risiko pada tahun akademik berikutnya maupun jangka menengah. Oleh karena itu, auditor diharapkan mampu menilai kesesuaian antara rencana mitigasi yang disampaikan auditi dengan dokumen pendukung yang tersedia.

Dalam sesi diskusi, para auditor, termasuk perwakilan dari FBS, menyampaikan sejumlah kendala yang kerap ditemui di lapangan, seperti belum adanya klasifikasi tingkat risiko pada unit kerja serta minimnya penjelasan mitigasi dalam dokumen. Menanggapi hal tersebut, BPM menegaskan bahwa ketidakhadiran informasi mitigasi secara otomatis dikategorikan sebagai risiko tinggi.

Melalui keikutsertaan aktif FBS UNAS, khususnya peran staf UPM FBS sebagai auditor internal, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama terkait audit dokumen berbasis risiko serta mendorong peningkatan mutu akademik dan tata kelola yang berkelanjutan di lingkungan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional.(FBS)

Sumber Berita; Audit Dokumen Berbasis Risiko TA 2024/2025, BPM UNAS Samakan Persepsi Auditor Internal – Badan Penjaminan Mutu – Universitas Nasional